Rabu, 01 Juni 2011

Eksotika Dusun Tambak Sari

Oleh: Muhammad Mudhofar

beberapa orang sedang berjalan menuju Dusun Tambaksari
Mayoritas orang berasumsi negatif jika mendengar kata Dusun Tambak Sari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Bagaimana tidak, sekilas saja ketika melihat dusun itu layaknya melihat pulau yang tidak berpenghuni. Hanya ada pohon bakau dan komunitas Burung Kuntul yang berlalulalang di angkasa dan tinggal di pulau tersebut. Akan tetapi menurut penulis disitulah letak keeksotikan dusun itu. Banyak hal yang dapat dipelajari dari dusun yang luasnya hanya sekitar dua kali lapangan sepak bola itu baik terkait disiplin ilmu lingkungan (ekologi) maupun sebagai daerah potensi wisata .
Dusun yang terletak di pesisir paling barat Kabupaten Demak ini menjadi semacam suksesi baru, terlebih setelah air rob yang melanda dusun ini sejak tahun 1998 silam. Akibat air rob itu, wilayah yang awalnya hamparan daratan luas kini tinggal berbentuk pulau. Rumah warga yang tadinya berjumlah 60 rumah kini tersisa tinggal 6 rumah dan dari bekas puing-puing bangunan serta lahan kosong yang ditinggalkan pemiliknya bermetamorfosa menjadi hutan bakau dan tumbuhan pantai lain yang berakar nafas. Akar-akar nafas tersebutlah yang pada akhirnya menjadi habitat bagi organisme laut, seperti ikan dan kepiting. Karena melimpahnya sumber makanan (organisme) itu sehingga menarik perhatian Burung Kuntul untuk hidup dan berkembang biak di daerah tersebut. Berawal dari situlah suksesi baru terbentuk di Dusun Tambak Sari ini.
Potensi Wisata
Sebagaimana daerah-daerah pesisir lainnya semisal Jepara maupun Lamongan, Dusun Tambak Sari ini juga menyimpan potensi wisata yang luar biasa, terlebih wilayah dusun ini berbentuk pulau yang dikelilingi lautan dangkal. Mengaca saja pada Pulau Panjang yang berada di Jepara. Dari kekayaan hayati yang terdapat di Pulau Panjang Hampir sama dengan yang ada di Tambak Sari. Disana juga menjadi habitat bagi burung laut dan wilayahnya juga tidak cukup luas. Bedanya di Pulau Panjang sudah menjadi daerah tujuan wisata bagi para tourist sedangkan di Tambak Sari sendiri masih menjadi daerah yang terisolir dari keramaian.
Menjadikan Dusun Tambak Sari sebagai daerah wisata bukan merupakan hal yang mustahil jika melihat potensi yang dimilkinya. Selain menyajikan wisata yang bernuansa ilmiah dimana mempelajari kekayaan alam tempat tersebut, Dusun Tambak Sari juga berpotensi menjadi dareah wisata bahari. Lautan dangkal yang mengelilingi wilayah tersebut dapat “disulap” menjadi kolam renang air asin maupun menjadi kolam kano bagi para pengunjung. Terlebih lagi jika tempat tersebut dibangun sebuah wahana permainan air bagi pengunjung anak-anak maupun dewasa. Komunitas Burung Kuntul yang berhabitat liar di situ juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Pengunjung akan bisa merasakan nuansa alam liar karena banyak Burung Kuntul yang berlalulalang disamping kanan kiri mereka tanpa adanya kerangkeng ataupun sangkar yang memisahkan.
Hal pendukung lain yang tidak kalah penting ialah akomodasi bagi pengunjung yakni dengan membuat villa ataupun sekedar penginapan sederhana. Meskipun selama ini daerah tersebut selalu dilanda momok menakutkan yakni air rob yang meluap dan masuk ke rumah-rumah mulai pukul 13.00 WIB dan baru surut pukul 20.00 WIB, hal itu bisa diakali dengan membangun villa ataupun penginapan dengan arsitektur rumah panggung. Dengan bentuk panggung dan beton sebagai penyangganya, viila-villa tersebut bisa tetap berfungsi dan kokoh meskipun terkena luapan rob.
Selain menyajikan potensi wisata alam dan bahari, di Dusun Tambak Sari ini juga menyajikan wisata religi. Dimana di tempat itu terdapat makam Syeh Abdullah Mudzakir, ulama yang diyakini masyarakat setempat sebagai pembabat alas di dusun itu. Satu hal yang paling menarik dari makam ini-terlepas dia adalah seorang ulama-ialah makamnya berada di tengah-tengah laut dan makam itu tidak tenggelam meskipun air sedang pasang (rob). Bagi peziarah yang mau berziarah maupun hanya berfoto-foto ria, makam itu dapat dicapai hanya dalam waktu 10 menit dari Tambak Sari lewat jembatan bambu dan beton. Akan tetapi jika air pasang, jembatan tersebut akan tenggelam oleh air laut sehingga perlu kewaspadaan ekstra dari peziarah.
Perhatian Pemda
Sebuah rencana untuk mengeksplor keeksotikan Dusun Tambak Sari akan hanya menjadi angan yang utopis jika Pemda tidak tidak menaruh perhatian lebih ke daerah tersebut. Itu dikarenakan sampai saat ini daerah tersebut menjadi daerah yang terisolir sebab akses untuk menuju ke dusun ini sangatlah terbatas.
Sebenarnya akses untuk mencapai dusun tersebut bisa dicapai melalui dua jalur, pertama melalui jalur darat dan kedua melalui jalur laut. Akan tetapi sarana prasarana yang menyokong ini tidak maksimal. Sebagai contoh jika lewat jalur darat, jalan setapak (koral) yang dibangun masyarakat sekitar akan lenyap tertutup air laut sampai setinggi paha orang dewasa jika rob muncul. Ditambah lagi koral yang tajam bisa melukai kaki pengunjung. Jika melewati laut, sarana yang dibutuhkan tidak ada. Perahu khusus untuk transportasi ke dusun itu nihil sehingga jika ada pengunjung yang ingin ke Tambak Sari harus menunggu tumpangan dari nelayan.